ANALISA BREAK EVEN SEBAGAI ALAT PERENCANAAN DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN

  • I Dewa Made Sutedja
Keywords: break even sebagai alat perencanaan laba

Abstract

ABSTRACT
The purpose of doing business and research is to maximize value and maintain the
company so that it must pay attention to and carry out business functions properly, one
of which is in planning and making decisions regarding production / operations and
finance, principal return analysis or often called break even points and this is also the
goal. study or research, the profit in this company which is the main problem is
determining the amount of production and sales so as not to profit and loss, determining
the number of sales with the desired profit, determining the number of units and sales if
there is a change in taxation, fixed costs change, variable costs change and the selling
price changes, after analyzing the results are obtained; now the company can get a
profit of Rp. 800,000, -with an amount produced in 1,000 units, and sales of Rp.
2,400,000, - the number of principal returned as much as 333 units or sold with sales of
Rp. 800,000, -, as well as the planning profit of Rp. 1,000,000, - then the company must
produce as much as 1,167 units or sales of Rp. 2,800,000, - of course there will be
changes in the event that occur at fixed costs, variable costs and sales.
Key words: break even as a profit planning tool.
ABSTRAK
Tujuan melakukan bisnis dan penelitian adalah memaximalkan nilai dan
mempertahankan perusahaan untuk itu harus memperhatikan dan menjalan fungsi bisnis
secara baik salah satunya adalah dalam perencanaan dan pengambilan keputusan
berkaitan produksi/operasi dan keuangan, analisis pulang pokok atau sering disebut
break even poin dan ini juga menjadi tujuan kajian atau penelitian, laba diperusahaan
ini yang menjadi pokok masalah ada pada menentukan jumlah produksi dan penjualan
agar tidak untung danrugi, menentukan jumlah penjualan dengan laba yang diinginkan,
menentukan jumlah unit dan penjualan bila terjadi perubahan pada pengenaan pajak,
biaya tetap berubah,biaya variable berubah dan harga jual berubah, setelah dianalisis
didapat hasil ; saatini perusahaan setiap minggu bisa mendapatkan laba sebesar Rp.
800.000,-dengan jumlah yang diprodukdi 1.000 unit, dan penjualan sebesar Rp.
2.400.000,- jumlah pulang pokoknya sebanyak sebanyak 333 unit atau terjual dengan
penjualan sebesar Rp. 800.000,- , demikian pula pada perencanaan laba sebesar Rp.
1.000.000,- maka perusahaan harus memprodukdi sebanyak 1.167 unit atau pejualan
sebanyak Rp. 2.800.000,- tentu akan terjadi berubahan pua bialamana terjadi pada biaya
tetap, biaya variable dan penjualan.
Kata kunci : break even sebagai alat perencanaan laba.

Published
2021-04-30